Senin, 07 Desember 2015

JANGAN MENGKHAWATIRKAN REZEKI ��



Ibnul Qayyim berkata,
“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya-
membukakan jalan lain yang lebih bermanfaat
bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan
terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat
jalan rezeki ini, Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung-DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan
berharga.” (Al Fawaid, hal. 94, terbitan Maktabah Ar Rusyd, tahqiq: Salim bin ‘Ied Al Hilali).

AKHLAK MULIA SEBAB KESELAMATAN DARI SEGALA KEJAHATAN ��




Islam adalah agama akhlak, Sehingga diturunkan ke bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Tahukah anda apa itu akhlak yang dimaksud olehIslam ?
Akhlak menurut Islam adalah Ilmu & amal.
Yaitu ilmu tentang Allah & tentang segala hal
yang dicintai Allah & mengamalkannya.

Aisyah berkata tentang akhlak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Akhlak Nabi adalah Al-Qur’an.

Tahukah anda akhlak luhur dapat
menyelamatkanmu dari kejahatan?
Simak pernyataan Khadijah kepada Rasul
shallallahu ‘alaihi wasallam, “Demi Allah, Dia
tidak akan meninggalkanmu, sebab engkau adalah orang yang selalu menjaga silaturahmi, menolong orang kesulitan, membantu orang yang lemah & menjamu tamu..”

Saudaraku! Ibu kita khadijah memberi
pemahaman bahwa orang baik & berakhlak akan selalu dijaga oleh Allah dari segala hal yang membahayakannya..

Berkata Imam Nawawi,
“Pernyataan Khadijah memberi pelajaran penting bahwa akhlak & perangai yang baik adalah sebab keselamatan dari segala kejahatan.” (Syarh sahih Muslim (2/202).

Oleh Ustadz Djazuli.

Renungan untuk KITA SEMUA



Nu'man bin Tsabit yang dikenal dengan sebutan Abu Hanifah, atau populer disebut IMAM HANAFI, pernah berpapasan dengan anak kecil yang berjalan mengenakan sepatu kayu (terompah kayu).

Sang Imam berkata: "Hati-hati nak dengan
sepatu kayumu itu, jangan sampai kau
tergelincir".
Bocah ini pun tersenyum dan mengucapkan
terima kasih atas perhatian Abu Hanifah.
"Bolehkah saya tahu namamu Tuan?" tanya si
bocah.
"Nu'man namaku", Jawab sang imam.
"Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a'dhom. (Imam agung) itu..??" Tanya si BOCAH.
"Bukan aku yang memberi gelar itu, Masyarakat-lah yang berprasangka baik dan memberi gelar itu kepadaku."
"Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka karena gelar...! Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskan-mu ke dalam api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya".

Ulama besar yang diikuti banyak umat Islam
itupun tersungkur menangis....

Imam Abu Hanifah bersyukur. Siapa sangka,
peringatan datang dari lidah seorang bocah.

KAPAN WANITA MULAI SHALAT DZUHUR DI HARI JUM'AT ��



Sebagian wanita berpendapat bahwa pada hari Jum’at ketika mengerjakan shalat Dzuhur mereka mengakhirkan hingga selesai shalat Jum’at dengan keyakinan bahwa shalat Dzuhur sebelum shalat Jum’at selesai dilarang dan tidak sah.

Namun sebagian lain mengatakan bahwa
mengerjakan shalat Dzuhur pada hari Jum’at
seperti waktu shalat dzuhur di hari lain, tidak
perlu menunggu shalat Jum’at selesai.

Maka apa sebenarnya hukum permasalahan ini menurut syariat?
Disarikan dari berbagai sumber inilah penjelasan kapan wanita mulai shalat Dzuhur di hari Jum’at?

Kita telah mengetahui bersama bahwa shalat
Jumat tidaklah wajib bagi muslimah. Sebagai
gantinya, ia melaksanakan shalat Dzuhur (empat rakaat) di rumahnya. Seringkali ditanyakan oleh para wanita, kapan mulainya shalat Dzuhur tersebut? Apakah ketika telah masuk waktu Dzuhur atau barangkali menunggu sampai shalat Jumat para pria di masjid selesai?
Shalat termasuk ibadah yang telah ditetapkan
waktunya.

Allah berfirman,
“Sesungguhnya shalat adalah kewajiban bagi
kaum mukminin yang telah ditetapkan
waktunya.”(QS. An-Nisa: 103).

Ibnu Mas’ud mengatakan: “Sesungguhnya shalat memiliki waktu khusus, sebagaimana haji juga memiliki waktu khusus.” (Tafsir Ibn Katsir, 2:403).
Waktu zuhur dimulai sejak zawal (matahari
tergelicir ke arah Barat) sampai bayangan benda sama dengan tinggi bendanya.

Dari Abdullah bin Amrradhiyallahu ‘anhuma, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Waktu zuhur, sejak matahari tergelincir sampai bayangan orang sama dengan tingginya, sebelum masuk waktu asar.” (HR. Muslim no. 612).

Dari keterangan di atas, para wanita dan orang yang tidak wajib jumatan, seperti orang sakit atau musafir, mereka bisa memulai shalat zuhur setelah masuk waktu zuhur, meskipun bisa jadi jumatan belum selesai. Terlebih, di beberapa daerah semacam Jogjakarta, jumatan disepakati untuk dimulai tepat jam 12.00. padahal terkadang zuhur dimulai sebelum jam 12.00.

RENUNGAN!!!!!!!!














Renungkan Sejenak.....
.

.
Cobalah mengambil waktu menyendiri, dan
perhatikanlah kesudahan manusia yang dilalaikan dunia, terjebak dalam rutinitas yang menyeretnya menjauh dari Allah.

Adakah mereka menemukan kebahagiaan yang dicari ataukah ditimpa lebih banyak kesengsaraan, ketidakpuasan, kegelisahan tanpa akhir yang membuat merana?????

Allah ciptakan dunia untuk diatur, bukan untuk mengatur. Kesempurnaan milik Allah, dan kebahagiaan itu dari-Nya. Semesta bertasbih baginya, ikutilah, disitu bahagia

Selasa, 02 Juni 2015

BAHAYA BANYAK BERSUMPAH DALAM JUAL-BELI



Dari Salman radhiyallahu ‘anhu, (beliau berkata) bahwa Rasulullah shallallahu wa sallam bersabda, “Ada tiga golongan yang tidak diajak berbicara oleh Allah, tidak disucikan oleh Allah (pada hari kiamat), dan adzab pedih bagi mereka: orang yang sudah beruban (tua) yang berzina, orang miskin yang sombong, dan orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya, yang ia tidak membeli, kecuai dengan sumpah, juga tidak menjual, kecuali dengan sumpah.” (HR. Ath-Thabarany dengan sanad yang shahih).
Pada hadits ini terdapat peringatan dari banyak bersumpah dalam jual beli. Faedah hadits; 1). Peringatan dari banyak menggunakan sumpah dalam jual beli, dan anjuran untuk menghormati sumpah serta memuliakan nama-nama Allah. 2). Penetapan sifat kalam bagi Allah, dan bahwa Allah akan berbicara kepada orang yang menaati-Nya, dan Dia akan memuliakan orang itu dengan hal itu (berbicara dengannya). 3). Peringatan terhadap kejahatan zina, lebih-lebih dari orang yang sudah berusia tua. 4). Peringatan dari sikap sombong, lebih-lebih bagi orang miskin.

SA'I melatih motivasi



Sa’i adalah salah satu rukun umrah dan haji. Dilakukan dengan membaca dzikir dan doa sambil berjalan antara bukit Safa dan Marwah sebanyak 7 kali lintasan. Jarak antara Safa dan Marwah 405 meter. 7x2 (bolak-balik) x 405 meter = 2.835 meter. Hampir 3 km dengan medan turun dan mendaki.
Jika melaksanakan tawaf aku merasakan diriku terbang melayang, saat Sa’i tubuhku serasa ditarik bumi. Aku simpan keheranan ini sambil berusaha khusyu’ membaca do’a Sa’i. Nabi Ibrahim AS. Meminta kepadaMu dengan doanya:
“Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku Teah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS: Ibrahim: 37).
          Lokasi Sa’i ini dulunya adalah padang pasir yang tandus dan kering. Melalui kaki Ismail, Jibril menghentak tanah sehingga keluarlah air Zam-zam. Dengan air yang memiliki keajaiban itulah mereka bertahan berhari-hari, berbulan-bulan. Subhanallah, Maha Suci Engkau yaa Allah. Aku mendapatkan sebuah teori motivasiyang luar biasa dari ibadah Sa’i ini.