Kamis, 19 Mei 2016

JANGANLAH KAMU BERPUTUS ASA

Setiap individu sudah semestinya pernah menghadapi masalah dalam hidup. Cuma masalah yang dihadapi oleh seseorang itu berbeda. Bagaimana cara untuk mengatasinya juga adalah juga satu masalah
Namun hakikatnya setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Biasanya sebelum masalah itu selesai kita akan merasa sangat tertekan, hampir putus asa kerana tidak tahan menghadapinya. Setiap hari kita tidak akan terlepas dilanda dengan masalah. Kita perlu bersedia menghadapi permasalahan tersebut dan mencoba mencari kaedah untuk mengatasinya
Setiap masalah, kesukaran, kesakitan dan apa pun yang menyiksa jiwa adalah merupakan ujian dari Allah untuk menguji sejauh mana iman kita. Firman Allah:
.
“Adakah manusia itu menyangka bahwa mereka dibiarkan saja setelah mengatakan; “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami ( Allah) telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.” (Al-
Ankabut: 2 – 3)
.
Ujian atau cobaan yang datang adalah dari Allah, ujian itu bisa sebagai kifarah dosa yang telah kita lakukan atau untuk mengangkat derajat kita di sisi-Nya. Allah juga tidak mencoba hamba-hamba-Nya tanpa mengirangira kesanggupannya atau kemampuan mereka untuk menghadapinya, ujian dan cobaan yang diturunkan Allah kepada hambanya adalah seiring dengan kemampuan individu itu untuk menyelesaikan masalahnya
Firman Allah
Allah tidak membebankan seseorang melainkan dengan kesanggupannya (Al-Baqarah: 286)
.
“Tiada seorang Muslim yang menderita kelelahan atau penyakit, atau kesusahan hati, bahkan gangguan yang berupa duri melainkan semua kejadian itu akan menjadi penebus dosanya.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)
Hidup memerlukan pengorbanan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan. 

Insyallah.........................

 Kesalahan dan kegagalan jangan sampai menjadikan kita berhenti berusaha.
“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS. Az Zumar : 53)

Ibarat sebuah Kado

 Mari Mengambil Hikmah
Bungkus dan Isi
Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila pikiran hanya digunakan untuk mencari dan mengurus BUNGKUS-nya saja serta mengabaikan dan mengacuhkan ISI-nya.
Apa itu “BUNGKUS”-nya,
Dan apa itu “ISI”-nya?.
.
.
“Rumah yang indah” hanya bungkusnya.
“Keluarga bahagia” itu isinya.
.
.
“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya.
“Sakinah, mawadah, warahmah” itu isinya.
.
.
“Ranjang mewah” hanya bungkusnya.
“Tidur nyenyak” itu isinya.
.
.
“Kekayaan” itu hanya bungkusnya.
“Hati yang bahagia” itu isinya.
.
.
“Makan enak” hanya bungkusnya.
“Gizi, energi, dan sehat” itu isinya.
.
.
“Kecantikan dan Ketampanan” hanya bungkusnya.
“Kepribadian dan hati” itu isinya.
.
.
“Bicara” itu hanya bungkusnya.
“Amal nyata” itu isinya.
.
.
“Buku” hanya bungkusnya.
“Pengetahuan” itu isinya.
.
.
“Jabatan” hanya bungkusnya.
“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya.
.
.
“Kharisma” hanya bungkusnya.
“Ahlaqul karimah” itu isinya.
.
.
“Hidup di dunia” itu bungkusnya.
“Hidup sesudah mati” itu isinya.
Utamakanlah ISI-nya.
Namun rawatlah BUNGKUS-nya.
Jangan memandang rendah dan hina setiap BUNGKUS yang kita terima, karena berkah tak selalu datang dari BUNGKUS kain sutera melainkan juga datang dari BUNGKUS koran bekas.
Janganlah setengah mati mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati.
Barakallah fiikum
Oleh : Ust. DR. Amir Faishol Fath, MA.



Kita semua mempunyai pilihan, mau beramal untuk kebaikan atau justru untuk keburukan.

Allah TIDAK AKAN Memberikan Beban di luar Batas Kemampuan!!!

"Allah tidak akan memberikan beban di luar kemampuan manusia..." (QS. Al-Baqarah:286).
Ayat ini mengajarkan agar kita yakin bahwa semua masalah yang dihadapi bisa terselesaikan dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh dan doa yang penuh optimisme.
Harus optimis bahwa semua ujian akan berakhir dengan indah.
Kalau sedang diuji penderitaan, yakinlah bahwa ada orang yang lebih menderita lagi dari kita.
Pola fikir sepeti ini akan melahirkan jiwa sabar dan syukur yang akan menjadi energi dalam penyelesaian ujian.

Renungan Muslimah

“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (QS. An Nur : 26)

Jika kamu disini sedang memperbaiki diri, dia juga disana sedang memperbaiki diri, jika kamu disini sedang berdo'a disana juga dia sedang berdo'a.
Bisa dikatakan saat kamu memperbaiki diri, itu berarti kamu sedang memperbaiki jodohmu. Tetap niatkan hanya karena Allah. Allah Maha Mengetahui dan lebih tau yang terbaik untuk kita.

Insya Allah.

Dan suatu ketika ayah dan ibu berkata...

Anakku, apa yang disebut cinta itu sederhana saja. Bukan tentang seberapa besar kesukaanmu pada sesuatu. Tetapi tentang seberapa bergunanya sesuatu itu untuk memperbaiki kualitas hidupmu.

Cinta itu berdayaguna untuk segala hal, terutama keperluan yang bersangkut paut dengan kecerdasan, masa depan, dan kematian. Maka, cintailah seseorang yang membuatmu lebih banyak belajar cerdas, lebih termotivasi meraih kebahagiaan di masa depan dan lebih mengerti bahwa permulaan cinta sejati hanya dapat dimulai ketika adanya kematian.

Seseorang yang membuatmu belajar cerdas tentu akan membuat pikiranmu sadar, menempatkan cinta di hati itu sebuah kesalahan. Hati itu wilayah yang mesti dikuasai Tuhan; sehingga keputusan-Nya memberimu cinta ialah upaya untuk menguji sejauh mana dirimu sanggup mendoakan keselamatan lahir dan batin dalam berkasihsayang. Tempat terbaik untuk menyimpan cinta itu di jantung-sebab di sanalah letak kehidupan. Mengembus nafas bukan sekadar hidup; tetapi sudah membawa seseorang yang kita cintai dalam kesadaran berkehidupan.

Dengan penyertaan seseorang yang dicinta dalam berkehidupan, maka dirimu menjadi perlu untuk membuatnya bahagia. Sebab bahagianya itu bahagiamu. Tidak ada celah untuk membuatnya bersedih karena kesedihannya menjadi bukti ketidakmampuanmu. Ada satu pelajaran penting bahwa, “Orang yang dirimu cintai itu kesempurnaan separuh agama. Jika separuh agamamu cacat karena sayatan duka lalu apakah agamamu bisa disebut sempurna?”


 Sibuklah memperbaiki diri.
Karena lelaki sholeh hanya akan mendapatkan wanita sholehah.
Seperti janji Allah dalam surat An-Nuur ayat 26
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki- laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)."


 
 Salah jika kamu berpikir aku pergi, karna tidak menyukaimu. | Karna aku benar - benar menyukaimu aku memilih untuk mundur.
#
Salah jika kamu berpikir aku mundur, karna tidak serius denganmu. | Karna aku benar - benar serius ingin bersamamu, aku memilih mendoakanmu selagi aku belum mampu menjadi pasangan halalmu.
#
Salah jika kamu berpikir doa saja tak cukup untuk bersatu. | Tahukah kamu ? Selain ikhtiar, ada senjata yang kupunya yakni "doa" . Dengan doa apa yang sulit menjadi mudah, yang berat menjadi ringan, dan yang tak mungkin menjadi mungkin.
#
Mungkin saat ini kamu kecewa. Karna aku lebih memilih menjauh darimu dan mendekat dengan-Nya.
#
Dan mungkin kamu berpikir aku hanya main-main.
#
Datang didepanmu menghadirkan rasa rindu dan cinta.
#
Tapi seketika aku pergi tanpa ada rasa duka.
#
Yakinlah... Bukan inginku menjadikanmu resah dan kecewa.
#
Tapi sungguh aku lebih takut jika Allah kecewa.
#
Aku lebih resah bila takdir dari-Nya tidak berpihak pada kita.
#
Mungkin ... Dengan menjauh segalanya menjadi terasa dekat.
#
Dekat dalam doa... Dan percayalah doa mampu mengubah segala yang tak mungkin menjadi mungkin.
Maka... Bersabarlah dalam doa.

Renungan Kaum Muda yang Takut Menikah

Siapa yang diberi karunia oleh Allah seorang istri yang solihah, berarti Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu, bertaqwalah kepada Allah setengah sisanya. (HR. Baihaqi 1916).

 Wahai Pemuda, Jika kau Takut Miskin karena Menikah, Maka Pertanyakan Keimananmu !!!
“Dan kawinkanlah orang orang yang sendirian di antara kamu, dan orang orang yang layak (berkawin) dari hamba hamba sahayamu yang lelaki dan hamba hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas pemberianNya lagi Maha Mengetahui” Begitulah janji Allah dalam QS An Nuur :32) , pada anda yang mau menikah, Insya Allah Anda pasti kaya!
Imam Al Qurtubi, mengatakan , ayat tersebut mengandung makna, bahwa jangan biarkan kemiskinan seorang laki laki dan seorang wanita menjadi sebuah alasan untuk tidak menikah semata semata meperoleh ridha Allah dan mencari tempat perlindungan dari ketidak patuhan padaNya, Allah akan memampukannya dan Allah akan mengkayakannya. Ayat itu merupakan bukti bahwa menikah itu tidak pandang bulu. Anda diperbolehkan menikahi orang miskin. Karena itulah, tidak seharusnya anda berkata, “ Bagaimana aku akan menikah jika aku tidak punya uang?” atau berkata, “ Susah sekali jika aku menikahi orang miskin, jangan jangan aku akan menjadi semakin miskin?’ jangan pernah berkata dan berfikiran seperti itu. Mengapa? Sebab rizki telah dijanjikan oleh Allah, dan makanan pun telah dijamin oleh Allah.
Merujuk pada pemaparan pemaparan tersebut, tidak sepatutnyalah kita takut menikah hanya karena kita miskin, justru saat miskin itulah kita harus berani menikah. Bismillah..
Menikah karena Allah, niscaya Allah menjamin kehidupan kita. Lihatlah betapa Rasulullah menunjukan kepada kita bahwa kemiskinan bukanlah penghalang buat menikah. Buktinya ? beliau berani menikahkan seorang perempuan yang datang kepada beliau dengan seorang lelaki miskin yang tidak mempunyai apa apa selain pakaian yang melekat di tubuhnya.
Hal ini penting saya tekankan, lantaran kebanyakan faktor orang takut menikah karena mereka miskin, sehingga dengan menikah, mereka mengira akan semakin miskin dan susah hidupnya. Padahal, Allah berkata lain, justru dengan menikah Dia akan mengayakan dan memampukan kita.
Coba pahami dan resapi perkataan sahabat Nabi di bawah ini, kalau kalian masih takut miskin karena menikah, maka pertanyakan keimananmu...
“ Patuhilah Allah dalam apa apa yang Dia telah perintahkan padamu untuk menikah. Dia akan memenuhi janjiNya untuk membuatmu kaya.” (Abu Bakar Ash Shiddiq)
“ Carilah kekayaan lewat pernikahan. aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih aneh daripada seorang laki laki yang tidak mencari kekayaan lewat pernikahan. Padahal Allah telah menjanjikan “…Jika mereka miskin, maka Allah akan mengumpulkan mereka dengan karuniaNya “(Umar bin Khattab)
“Temukanlah kekayaan dengan menikah.” (Abdullah bin Mas’ud)
Jadi, wahai hamba Allah ! Apakah sekarang masih ada lagi yang menghalangimu untuk menikah? Bukankah janji Allah ini tidak cukup bagimu?



 


Inspirasi Muslimah

Wanita cantik mungkin menarik perhatian saja. Tapi wanita sholehah yang membuat menetap di hati para pria. Karena cantik bisa rapuh termakan usia, sementara sholehah yang akan mendampingimu ke surga. Maka berlomba-lomba lah untuk menjadi sholehah, bukan hanya cantik rupa.
[Kamis, 19 Mei 2016]


Saudariku, berjilbab bukan hanya sebuah identitas bagimu untuk menunjukkan bahwa engkau adalah seorang muslimah. Tetapi jilbab adalah suatu bentuk ketaatanmu kepada Allah Ta'ala.
"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Qs. Al-Ahzaab: 59)



 Kami bukanlah malaikat yang tidak melakukan dosa dan kemaksiatan, namun kami sedang berusaha untuk taat kepada perintah Allah.

Doaku hari ini untuk Orangtua

 Begitu mulia keduanya, kasih sayangnya tidak bersyarat, selalu mengalir tanpa batas, mereka tidak pernah merasa letih mendoakanku, berharap yang terbaik untukku.

Ketika kecil, mereka membimbingku penuh cinta, waktu dulu.. Kala aku belum mengerti apa-apa, saat aku belum mengenal yang baik dan buruk, belum mengerti yang benar ataupun yang salah, mereka rela menanggung semua dosa atas segala yang aku perbuat.

Yaa Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, haramkanlah tubuh kedua orang tuaku dari sambaran api neraka yang amat panas, anugerahkanlah keduanya syurga yang tanpa hisab yang amat pedih, tempatkanlah mereka dalam jannah-Mu.....Aamiin...